Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) memberi pengarahan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dari atas podium, Menteri Asman mengatakan para CPNS akan dibekali dengan sistem pendidikan dan pelatihan yang modern di ASN Corporate University.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS, setiap CPNS wajib menjalani masa percobaan selama satu tahun. Masa percobaan merupakan masa prajabatan yang dilaksanakan melalui proses pendidikan dan pelatihan.

“Kita sedang membenahi pendidikan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN). Sekarang kita tidak mau lagi sistem prajabatan model lama,” jelas Menteri Asman dalam acara Orientasi CPNS kementerian PUPR, di Jakarta, Senin (05/02).

Di depan 987 CPNS Kementerian PUPR, Menteri Asman bercerita telah belajar dari Telkom Corporate University mengenai sistem pendidikan berbasis digital. Menurutntya, peningkatan dan modernisasi kualitas SDM adalah kunci untuk menggerakkan roda pemerintahan agar tidak kalah saing dengan korporasi.

Proses pendidikan itu dilakukan secara terintegrasi untuk membangun moral, kejujuran, semangat, dan motivasi nasionalisme, karakter kepribadian yang unggul, serta memperkuat kompetensi bidang. “Insyaallah kita lakukan perubahan besar di LAN. Akan ada ASN Corporate University,” tegas Menteri Asman.

Nantinya, dengan sistem prajabatan yang lebih modern, para CPNS akan dituntut untuk memiliki jiwa seni, enterpreneur, dan hospitality. Dijelaskannya, dengan jiwa enterpreneur, setiap ASN dituntut untuk mengembangkan inovasi dalam melaksanakan tugas pemerintahan, pembangunan, serta pelayanan masyarakat.

“Selain ASN harus memiliki jiwa seni dan enterpreneur, ASN juga harus memiliki jiwa hospitality atau jiwa melayani,” jelas Menteri Asman.

Lebih jauh, ia menjelaskan, pelayanan masyarakat kini harus terintegrasi, cepat, dan nyaman. Kini, pemerintah tengah gencar menerapkan e-government di semua lini pemerintahan, baik pusat maupun pemerintah daerah. Dengan penerapan e-government, selain mereduksi praktik Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN), juga akan mempercepat pelayanan, transparansi, serta hasil yang dirasakan masyarakat akan adil.

“Setiap unit pemerintahan harus berbasis teknologi. Teknologi harus menjadi model pemerintahan kita ke depan,” pungkasnya.

Hadir dalam acara itu, Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono, Sekjen Kementerian PUPR Anita Firmanti, serta jajaran pimpinan tinggi madya Kementerian PUPR. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Asman didampingi oleh Staf Khusus bidang Politik Noviantika Nasution. (don/HUMAS MENPANRB)

Sumber :

https://menpan.go.id/site/berita-terkini/8048-menteri-asman-tak-mau-pra-jabatan-model-lama